Bawaslu Kalbar Gandeng IPARI, Libatkan Penyuluh Agama Perkuat Pengawasan Pemilu Partisipatif
|
Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H), Yosef Harry Suyadi, menerima kunjungan audiensi dari Ketua dan Sekretaris Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Wilayah Provinsi Kalimantan Barat di Kantor Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, (06/11/2026).
Kunjungan tersebut membahas rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat dengan IPARI Wilayah Kalimantan Barat, serta program kerja yang dapat diintegrasikan dalam upaya penguatan pengawasan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis.
Dalam pertemuan tersebut, Yosef Harry Suyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif IPARI untuk menjalin kemitraan strategis dengan Bawaslu. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Penyuluh agama adalah mitra yang sangat ideal bagi Bawaslu. Mereka hadir di tengah masyarakat, dipercaya oleh umat, dan memiliki jangkauan hingga ke pelosok desa. Nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan anti kecurangan yang kami perjuangkan dalam pengawasan pemilu sejalan dengan nilai-nilai yang disampaikan penyuluh agama dalam dakwah dan pembinaan umat,” ujar Yosef.
Yosef menjelaskan, ada beberapa program kerja yang berpotensi untuk diintegrasikan dalam PKS ke depan. Pertama, integrasi materi pencegahan pelanggaran Pemilu dan Pemilihan seperti politik uang, politisasi SARA, dan hoaks ke dalam kegiatan penyuluhan agama.
Kedua, pelibatan penyuluh agama sebagai agen pengawasan partisipatif dan agen pendidikan politik di lingkungan rumah ibadah dan komunitas keagamaan.
Ketiga, kolaborasi dalam kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih, khususnya dalam menyongsong tahapan Pemilu dan Pemilihan serentak mendatang, termasuk pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih.
Sementara itu, Ketua IPARI Wilayah Kalimantan Barat menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa IPARI siap mendukung Bawaslu dalam mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang damai, jujur, dan bermartabat. Menurutnya, penyuluh agama memiliki kewajiban moral untuk mengajak umat agar menjadi pemilih yang cerdas dan menolak segala bentuk kecurangan dalam pemilu.
“IPARI siap menjadi mitra Bawaslu. Kami ingin penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi agen yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga demokrasi yang bersih,” ungkapnya.
Menutup pertemuan, Yosef Harry Suyadi berharap PKS antara Bawaslu Kalbar dan IPARI Kalbar dapat segera difinalisasi dan ditandatangani.
“Harapan kita, PKS ini tidak hanya menjadi dokumen di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan hingga ke tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. Bersama penyuluh agama, kita bisa menjangkau masyarakat yang tidak bisa dijangkau Bawaslu sendirian,” tutup Yosef.