Sosialisasi di SMKN 9 Pontianak, Yosef Harry Suyadi: Pemilih Cerdas Harus Berani Tolak Politik Uang
|
PONTIANAK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan sosialisasi demokrasi dan pengawasan pemilu partisipatif bagi pemilih pemula di SMKN 9 Pontianak, Rabu (17/6). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar.
Sebagai sekolah kejuruan yang melahirkan generasi siap kerja, para siswa SMKN 9 Pontianak tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara. Materi yang disampaikan tidak hanya fokus pada pentingnya hak suara, melainkan juga kolaborasi penegakan aturan selama pesta demokrasi berlangsung.
Anggota Bawaslu Kalimantan Barat, Yosef Harry Suyadi, yang hadir sebagai narasumber utama menekankan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam menjaga integritas pemilu.
"Menjadi pemilih cerdas berarti kalian harus berani menolak politik uang, karena masa depan daerah ini tidak bisa dibeli dengan materi. Selain itu, saringlah setiap informasi sebelum membagikannya; jangan sampai jempol kita ikut menyebarkan hoaks yang dapat memecah belah. Bersama Satpol PP, kami mengajak adik-adik di SMKN 9 Pontianak untuk peduli dan berani melaporkan jika melihat adanya kecurangan atau pelanggaran di lingkungan sekitar."
Kolaborasi Pengawasan dan Penegakan Aturan
Selain dari pihak Bawaslu, perwakilan dari Satpol PP Provinsi Kalbar turut memberikan pemaparan mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum selama tahapan pemilu berjalan. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi siswa, baik dari sisi pengawasan pemilu maupun penegakan perda terkait kebersihan dan keindahan kota yang sering terdampak saat musim kampanye.
Pihak SMKN 9 Pontianak menyambut baik dan mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh Bawaslu dan Satpol PP Kalbar. Kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk membuka cakrawala berpikir para siswa mengenai realitas demokrasi yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kalbar berharap para siswa SMKN 9 Pontianak tidak sekadar menjadi penonton atau pemilih pasif di TPS nanti, melainkan mampu bertindak sebagai agen perubahan yang membawa virus positif pemilu bersih di keluarga dan komunitas mereka masing-masing.
Penulis dan Foto : Oby
Editor : Humas Bawaslu kalbar