Perkuat Demokrasi, Bawaslu Kalbar dan Universitas Widya Dharma Pontianak Jalin Sinergi Pengawasan Partisipatif
|
PONTIANAK – Dalam upaya mewujudkan iklim demokrasi yang berintegritas di Kalimantan Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Widya Dharma Pontianak (UWDP). Peresmian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Pontianak pada Rabu, 22 April 2026.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat, S.Sos., M.H., selaku Pihak Kesatu, dan Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak, Dr. M. Hadi Santoso, S.E., M.M., selaku Pihak Kedua.
Fokus pada Pendidikan Politik dan Mahasiswa
Kerja sama ini bertajuk "Upaya Peningkatan Kualitas Pemilu dan Pemilihan Serta Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Mewujudkan Demokrasi yang Berintegritas Melalui Pengawasan Partisipatif dengan Pendidikan Politik dan Kepemiluan".
Maksud utama dari nota kesepahaman ini adalah menjadikan lingkungan kampus sebagai basis pengawasan partisipatif. Mahasiswa dipandang sebagai elemen krusial yang mampu mendorong kesadaran masyarakat luas dalam mengawal proses demokrasi.
"Nota Kesepahaman ini adalah landasan kerja sama kita untuk menjaga kualitas demokrasi. Kami ingin mewujudkan pengawasan partisipatif, khususnya di lingkungan mahasiswa, melalui pendidikan politik yang terstruktur," ujar Mursyid Hidayat.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Kesepakatan yang berlaku selama lima tahun ini mencakup berbagai poin strategis, di antaranya:
Pendidikan Politik: Peningkatan partisipasi masyarakat menyongsong Pemilu mendatang.
KKN Tematik: Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema Pengawasan Pemilu di berbagai wilayah di Kalimantan Barat.
Riset dan Publikasi: Kolaborasi dalam pemetaan kerawanan Pemilu serta publikasi bersama terkait produk hukum pengawasan.
Pengembangan Sistem: Upaya pengembangan sistem informasi pengawasan Pemilu agar lebih efektif dan transparan.
Komitmen Bersama
Rektor UWD Pontianak, Dr. M. Hadi Santoso, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik tenaga profesional yang dedikatif bagi nusa dan bangsa, termasuk dalam hal kepemiluan.
"Sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan pencerdasan holistik, kami berkomitmen untuk mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif demi terciptanya pemilu yang bersih dan berintegritas," ungkapnya.
Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berharap tingkat kerawanan pemilu dapat ditekan melalui pengawasan yang lebih ketat dari lapisan akar rumput, sekaligus meningkatkan literasi politik bagi generasi muda di Kalimantan Barat.
Penulis dan Foto: denny dan imam
Editor:Humas bawaslu kalbar