Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Rabu, 22 April 2026. Rapat dilaksanakan di Sekretariat Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat
|
Pontianak – Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Rabu, 22 April 2026. Rapat dilaksanakan di Sekretariat Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat.
Rapat dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi dan agnesia erni, dan dihadiri Kepala Sekretariat, jajaran sekretariat, serta perwakilan Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Kalbar yakni Ahmad Rinto sebagai Ketua, faizatur Rahmah sebagai Sekretaris, dan Abdul Hamid sebagai Bendahara..
Agenda rapat membahas pelaksanaan P2P 2026, mulai dari pemetaan peserta, kurikulum penguatan kapasitas, hingga strategi pelibatan organisasi kemasyarakatan dan kampus. Program P2P ditargetkan mencetak kader pengawas partisipatif yang mampu mendorong pengawasan berbasis masyarakat di 14 kabupaten/kota se-Kalbar.
Anggota Bawaslu Provinsi Kalbar Yosef Harry Suyadi dalam rapat menegaskan pentingnya kolaborasi dengan PDB dan elemen masyarakat sipil. "Pengawasan partisipatif adalah kunci pemilu dan pemilihan yang berintegritas. Melalui P2P 2026, kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tapi juga pengawas," ujarnya.
Ketua PDB Kalbar menyambut baik sinergi ini dan menyatakan kesiapan mendukung rekrutmen peserta serta sosialisasi di tingkat akar rumput. "PDB berkomitmen mengawal demokrasi bersama Bawaslu. Pendidikan ini penting agar masyarakat paham hak dan perannya dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu ..
Penulis dan Foto:nurjannah dan deny
Editor:Humas Bawaslu Kalbar