Bawaslu Kalbar Ajak Generasi Muda Sungai Kakap "Naik Kelas" Jadi Pengawas Partisipatif
|
KUBU RAYA – Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Yosef Harry Suyadi, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi bertema "Peran Generasi Muda dalam Penguatan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu dan Pemilihan yang Berintegritas dan Berkeadilan". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung di Aula Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/10/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, mahasiswa, pelajar tingkat SMA, serta tokoh pemuda setempat.
Dalam sambutannya, Yosef menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar objek dalam pemilu, melainkan subjek dan penjaga utama demokrasi.
"Lebih dari 50 persen pemilih kita hari ini adalah generasi muda, yaitu kalangan milenial dan Gen Z. Artinya, masa depan pemilu ada di tangan anak muda. Tugas kita bukan hanya mengajak mereka datang ke TPS, tetapi juga mengajak mereka naik kelas dari pemilih pasif menjadi pengawas partisipatif," ujar Yosef.
Lebih lanjut, Yosef memaparkan tiga peran strategis generasi muda dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Pertama, menjadi agen literasi digital untuk melawan hoaks, ujaran kebencian, dan politisasi SARA yang marak beredar di media sosial.
"Kalian yang paling cepat dan paling paham dunia digital. Jadilah filter, bukan amplifier. Saring sebelum sharing," tegasnya.
Kedua, berperan sebagai mata dan telinga Bawaslu di lapangan. Mengingat keterbatasan jumlah personel, Bawaslu membutuhkan dukungan masyarakat untuk memastikan setiap potensi pelanggaran dapat terdeteksi, termasuk di wilayah perbatasan seperti antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Ketiga, menjadi penjaga nilai keadilan pemilu. Yosef mengajak generasi muda untuk berani menolak politik uang serta aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan.
"Pemilu yang berintegritas dan berkeadilan tidak akan lahir dari Bawaslu saja, melainkan dari kolaborasi. Jika anak muda apatis, demokrasi akan diisi oleh politik transaksional. Sebaliknya, jika anak muda peduli, demokrasi akan diisi oleh gagasan," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif dari kalangan pemuda di Kecamatan Sungai Kakap yang mampu menjadi pelopor pengawasan di lingkungan masing-masing.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif dan tanya jawab terkait mekanisme pengawasan partisipatif serta tata cara pelaporan pelanggaran pemilu.
Editor: Oby