web-diskusi pendalaman materi skpp daring sesi 1
|
Pontianak, – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Barat Antusiasme Peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Bawaslu Se-Kalimantan Barat cukup tinggi. Meski dengan adaptasi disituasi New Normal.
Semangat peserta untuk berdiskusi tentang pengawasan pemilu cukup tinggi. Senin (8/6/20) menggelar diskusi via daring dengan komisioner Bawaslu Kalbar. Forum diskusi interaksi yang dibuka oleh Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah tersebut melalui media web diskusi.
Dalam forum tersebut peserta SKPP melakukan daring berada di rumah masing-masing. Tema diskusi mengenai pendalaman Video SKKP daring.
Ruhermansyah menjelaskan, bahwa tahapan SKPP saat ini menuju proses ujian. Selama satu bulan terakhir, peserta mendapatkan materi langsung dari Bawaslu RI melalui media daring.
“Pada tahun lalu, SKPP dilakukan dengan tatap muka langsung. Secara nasional di gelar di Bogor. Tahun ini, karena bersamaan dengan pandemi global Covid-19, digelar secara daring,†katanya.
Meski secara daring, kata pria yang akrab disapa Ruher ini, antusias peserta masih tinggi. Terbukti, hingga saat ini jumlah peserta masih terus bertahan. Harapanya setelah mengikuti proses SKPP, Sebagian besar peserta berusia milenial.
“Kami dorong peserta setelah lulus menjadi kader di wilayahnya atau di organisasinya. Sehingga mendorong keterlibatan publik ikut mengawasi pelaksanaan pemilu,†katanya.
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kalbar Faisal Riza mengatakan, tahapan saat ini, peserta SKPP melakukan belajar hingga 15 Juni 2020.
Karena setelah itu, sebagai bentuk penilaian peserta akan mengisi serangkaian soal yang sudah dikirim oleh Bawaslu RI melalui email masing-masing.
“Metode daring ini masih cukup efektif sebagai media pembelajaran. Kami berharap, peserta SKPP Se-Kalbar mampu lulus menembus nilai minimal yang sudah ditetapkan oleh Bawaslu RI,†katanya.
Ditambahkan dia, SKPP ini arahnya untuk melahirkan generasi yang memiliki kesadaran penuh menjadi bagian dalam pengawasan pemilu.
Narasumber berasal dari Ketua dan Anggota Bawaslu Kalbar serta meliputi Akademisi Dr. Syf. Ema Rahmania, Umi Ridayawati, SH.MH dan Aji Kurniawan.
Diskusi sangat aktif dari forum yang awalnya direncanakan dua jam, diskusi berjalan hingga tiga jam lebih dengan tema diskusi meliputi pengawasan tahapan Pemilu
Dan, jenis pelanggaran Pemilu, Sengketa Pemilu hingga pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh Bawaslu dalam Pemilu.
