PERSIAPAN PENGAWASAN TAHAPAN KAMPANYE BAWASLU SAMBAS
|
Sambas, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Faisal Riza menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Kampanye pada Pilkada Tahun 2020 di Kantor Sekretariat Bawaslu Kab. Sambas, Minggu, (27/09/2020).
----
Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kab/kota yang berjumlah 5 Kab/Kota yaitu Kab. Kubu Raya, Kab. Kayong Utara, Kab. Bengkayang, Kab. Mempawah termasuk Kab. Sambas.
----
Faisal Riza menyampaikan bahwa tujuan rapat koordinasi adalah untuk mengidentifikasi isu-isu sosial pada kabupaten yang mengikuti pilkada untuk menjadi masukan terkait apa saja kendala dan yang di butuhkan agar proses pilkada dapat berjalan dengan baik.
“Salah satunya di bentuknya SKPP (Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif) yang akan menjadi ujung tombak Bawaslu dalam hal pengawasan dimana artinya pengawasan itu juga milik masyarakatâ€, ujarnya. “Tahapan kampanye merupakan tahapan bagi bawaslu untuk menjadi sorotan publikâ€, tegas Faisal Rizal.
----
Ikhlas selaku ketua Bawaslu Kab. Sambas mengatakan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah hadir di Bawaslu Kab. Sambas. Kemudian ia memaparkan bahwa tanggal 26/09/2020 fokus penertipan alat-alat kampanye berupa spanduk, banner, dan lain-lain di Kabupaten Sambas.
“Pertama dilarang pemasangan alat peraga kampanye di tempat tertentu. Kedua fokus pada optiknya yang masih menampilkan jati diri sehingga hasil kemarin tidak terlalu banyak, karena surat himbauan kita pada tanggal 24 September 2020 langsung dieksekusi oleh internal maupun instansi yang bekerja sama dengan Bawaslu melalui pimpinan masing-masing, tetapi ada beberapa yang masih terpasang di lokasi-lokasi tertentu yaitu ada sekitar 28 spanduk.
Personil yang kita turunkan ada satpol pp 12 orang, anggota kepolisian 10 orang, dan dari panwascam ada 28 orang, kita serius memberlakukan peraturan yang ditetapkan oleh KPU tetapi kita masih membiarkan baliho yang masih tidak ada nomor urutnya.â€, ujarnya.
----
Dari Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan Tahapan Kampanye ini diharapkan agar dapat menentukan strategi khusus untuk menghadapi pilkada di masa pandemi ini.

