Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kalbar Susun Rencana Strategis Tahun 2026
|
PONTIANAK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat mulai memetakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan demokrasi di masa depan. Pada Kamis (29/1/2026), Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Hubungan Masyarakat (Humas), Yosef Harry Suyadi, memimpin rapat internal penyusunan Rencana Strategis Program Tahunan untuk tahun anggaran 2026 di Kantor Bawaslu Kalbar.
Rapat krusial ini dihadiri oleh Plt. Kepala Sekretariat beserta seluruh staf divisi guna menyinkronkan visi dalam mengawal integritas pemilu, terutama pada periode non-tahapan. Yosef Harry Suyadi menegaskan bahwa strategi tahun 2026 akan menitikberatkan pada upaya preventif yang masif melalui kolaborasi erat dengan seluruh lapisan masyarakat.
Optimalisasi Teknologi dan Kolaborasi
Selain penguatan sumber daya manusia, Bawaslu Kalbar juga menyoroti pentingnya penggunaan platform digital untuk pelaporan pencegahan. Divisi Humas diarahkan untuk lebih proaktif dalam menangkal isu hoaks dan disinformasi yang diprediksi masih akan mendominasi ruang siber.
Sebagai langkah lanjutan, hasil dari rapat rencana strategis ini akan segera disinkronisasikan dengan program Bawaslu RI. Hal ini dilakukan demi memastikan efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran program di seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Yosef menutup rapat dengan menekankan pentingnya komitmen kolektif demi mencapai tujuan besar: meningkatkan kualitas pencegahan dan pengawasan pemilu di Kalimantan Barat.