GANDENG DUA SRIKANDI HEBAT , BAWASLU KALIMANTAN BARAT LAKUKAN SOSIALISASI PENGAWASAN PERTIFIPATIF : PEREMPUAN BERDAYA MENGAWASI PEMILU
|
Pontianak, Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Provinsi Kalimantan Barat Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2022, menghadirkan beberapa Organisasi Perempuan, Organisasi Mahasiswa dan Organisasi Masyarakat Lainnya. "Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kita bersama dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan, ini juga dapat disosialisasikan, disebarluaskan ke anggota organisasi kita hingga tingkat daerah agar mereka juga paham dan bisa melaporkan kepada kami (Bawaslu) ketika ditemukan pelanggaran dilapangan.â€, ujar Ruhermansyah, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat pada saat memberikan sambutan sekaligusmembuka kegiatan.
Dua sosok Srikandi hebat juga dihadirkan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan tema “Perempuan Berdaya Mengawasi Pemiluâ€. Belia adalah Ibu Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan RI) dan Ibu Reny Hidjazi (Ketua PUSPA Kalimantan Barat). Keduanya merupakan dua perempuan yang telah berkontribusi nyata dalam memperjuangkan Hak Perempuan juga posisi dan peran strategis perempuan dalam segala bidang, termasuk Politik.
Ibu Andy Yentriyani, telah bergulat dengan isu hak asasi manusia selama dua decade karena concernnya beliau pada berbagai persoalan pelanggaran HAM masa lalu dan situasi konflik di Indonesia. “Keterbelakangan perempuan dalam kehidupan politik menjadi alasan banyaknya tuntutan yang muncul dari masyarakat untuk memberikan kesempatan bagi perempuan terlibat dalam politik dan juga dalam pembuatan keputusan. Salah satu caranya adalah dengan mengajak perempuan untuk bergabung dalam partai politik dan ikut dalam pemilihan umum agar meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. Perjuangan kesetaraan gender adalah salah satu upaya mewujudkan demokratisasi karena dengan adanya kesetaraan gender maka seluruh masyarakat baik laki-laki maupun perempuan mempunyai akses untuk melakukan proses demokratisasi itu sendiri.â€, ujar Andy.
Sedangkan Ibu Reny Hidjazi aktif sebagai aktivis, pemberdayaan pada perempuan dan anak khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, hukum, politik dan Kesehatan. “Menjadi perempuan jangan pernah mau dilabeli dengan label-label yang menjadikan ruang gerak kita terbatas. Misalnya Ibu Rumah Tangga (IRT), tidak berarti IRT tidak memberikan kontribusi, tidak bisa ikut mengawasi Pemilu dan Demokrasi.â€, ujar Reny
Indonesia merupakan negara berdaulat yang berkomitmen untuk memberikan pengakuan yang sama bagi setiap warganya, baik bagi perempuan maupun laki- laki dalam berbagai hak dalam kehidupan tanpa terkecuali. Hak-hak berpolitik bagi perempuan telah ditetapkan melalui instrumen hukum maupun meratifikasi berbagai konvensi yang menjamin hak perempuan dalam politik. Jumlah perempuan dalam parlemen memang belum menunjukkan angka yang signifikan. Perempuan masih dalam posisi yang lemah baik secara kualitas maupun kuantitas.
“Perempuan Berdaya Mengawasi Pemilu†itu berarti perempuan berkemampuan untuk menjadi bagian dan actor yang berkontribusi untuk mewujudkan demokrasi yang lebih baik. putri
