Bawaslu Petakan Langkah Antisipasi Penularan Covid-19 saat Pilkada
|
Pontianak, Badan pengawas Pemilihan Umum - Provinsi Kalimantan Barat Anggota Bawaslu Provinsi Kalbar Faisal Riza memastikan jajarannya di tujuh kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada, terus mematangkan persiapan.Menurutnya, jika Pilkada serentak dihelat akhir tahun dan pandemi Corona (Covid-19) belum usai, maka banyak hal yang harus diperhatikan. Khususnya soal penyebaran Covid-19 di kabupaten yang akan mengadakan Pilkada.Â
"Kita diminta untuk memetakan kerawanan, baik sifatnya terhadap aspek integritas pemilihan maupun dari sisi kesehatan, dari sisi kesehatan kita sedang mengcluster usia dari panwas ad hoc. Itu asumsi untuk pemetaan agar lebih aware terhadap aspek kesehatan," katanya, Minggu (07/06/2020).
Faisal yang juga Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Kalbar ini memastikan, jika Alat Pelindung Diri (APD) menjadi hal mutlak nantinya ada dalam penyelenggaraan pilkada.
"Kita merasa APD wajib dan menjadi hal yang mutlak karena bukan hanya pada peserta pemilihan, namun penyelenggara baik disisi KPU maupun Bawaslu. Kitakan tidak tau disisi teknis, tinta misalnya itu seperti apa, saya kira perlu jadi perhatian namun berkonsekuensi terhadap anggaran," jelasnya.
Sedangkan terkait proses yang suda dilakukan, Faisal menyebutkan jika pihaknya sudah melakukan konsolidasi mengenai anggaran tambahan untuk pelaksanaan ditengah pandemi Covid-19.
"Sementara ini kita masih melakukan konsolidasi soal anggaran karena tentu saja ada penambahan-penambahan dan proses itu masih ada di RI," ujarnya.
"Kita juga belum mengetahui ada penambahan TPS atau tidak, kalau asumsinya misal Mendagri mengatakan TPS tidak perlu ditambah namun diperbesar, belum jadi keputusan KPU karena berkonsekuensi terhadap pengawasan TPS kita," tutup Faisal Riza.Â
Oleh : Kurnia Santoso Editor : Kurnia Santoso