Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU KALBAR JAJAKI KERJASAMA DENGAN STAKAT NEGRI PONTIANAK

BAWASLU KALBAR JAJAKI KERJASAMA DENGAN STAKAT NEGRI PONTIANAK

Pontianak, Kalbar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggandeng Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKAT) Pontianak untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam agenda demokrasi mendatang. Kesepakatan kerja sama ini dicapai setelah pertemuan antara pimpinan kedua institusi di Pontianak.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua STAKAT Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, S.T., M.Eng., beserta jajarannya, yaitu Kepala Tata Usaha, Bapak Andre, dan Kepala Bidang Kemahasiswaan, Bapak Lukas Ahen, S.Ag., M.M.Pd. Dari pihak Bawaslu, diskusi ini menjadi bagian dari program strategis untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.

Kolaborasi Strategis untuk Demokrasi

Ketua STAKAT Negeri Pontianak, Dr. Sunarso, menyatakan kesiapan institusinya untuk bersinergi dengan Bawaslu. Menurutnya, lingkungan kampus merupakan wadah yang ideal untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi dan menanamkan nilai-nilai integritas pemilu di kalangan generasi muda.

"Kami menyambut baik inisiatif Bawaslu. Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi pada kualitas demokrasi. Mahasiswa kami bisa menjadi agen pengawasan yang kritis dan objektif di lingkungannya masing-masing," ujar Sunarso.

Kolaborasi ini akan difokuskan pada beberapa program utama, di antaranya:

  • Sosialisasi dan Edukasi: Mengadakan seminar, lokakarya, dan kuliah umum tentang pentingnya pengawasan pemilu dan bahaya politik uang.
  • Pendidikan Pengawas Partisipatif: Memberikan pelatihan kepada mahasiswa untuk menjadi pemantau pemilu yang terlatih.
  • Kajian dan Riset: Mendorong penelitian bersama terkait dinamika dan potensi pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu di Kalimantan Barat.

Peran Vital Kampus dalam Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi adalah pilar utama dalam strategi pengawasan partisipatif. Keterlibatan aktif dari civitas academica diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan serta memperluas jangkauannya hingga ke basis pemilih pemula dan pemilih terdidik.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu yang lebih luas untuk membangun gerakan pengawasan pemilu berbasis masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa dan dosen, Bawaslu berharap dapat menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih solid, independen, dan berbasis pengetahuan. Keterlibatan STAKAT Negeri Pontianak ini menjadi preseden penting bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut serta dalam mengawal proses demokrasi di Bumi Khatulistiwa.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle