Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU KALBAR GELAR UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL 20/5

BAWASLU KALBAR GELAR UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL 20/5

PONTIANAK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117. Bertempat di halaman Kantor Bawaslu Kalbar, upacara yang berlangsung pada Selasa (20/5/2025) ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mengawal demokrasi yang adil dan berintegritas di Bumi Khatulistiwa.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan tertib. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Kalbar, Wondo. Dalam amanatnya, Wondo membacakan sambutan yang berisikan pesan-pesan kebangsaan, menggarisbawahi relevansi semangat kebangkitan yang dipelopori oleh Boedi Oetomo pada tahun 1908 dengan tantangan zaman sekarang, khususnya dalam konteks pengawasan pemilu.

"Tema peringatan tahun ini, 'Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat', bukan sekadar slogan. Ia adalah panggilan bagi kita semua, khususnya sebagai insan pengawas pemilu, untuk bangkit dari segala tantangan, bersatu padu, dan bekerja lebih keras demi mewujudkan Indonesia yang kuat melalui pilar demokrasi yang sehat," ujar Wondo di hadapan seluruh jajaran pegawai sekretariat yang turut serta dalam upacara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional adalah semangat perjuangan melawan perpecahan, kebodohan, dan ketidakadilan. Dalam konteks tugas Bawaslu, semangat ini diterjemahkan menjadi perjuangan melawan politik uang, berita bohong (hoaks), politisasi SARA, dan segala bentuk kecurangan yang dapat mencederai proses demokrasi.

"Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini harus kita jadikan sebagai titik tolak untuk melakukan refleksi dan evaluasi. Setelah melewati dinamika Pemilu Serentak 2024, mari kita perkuat kembali soliditas internal dan sinergi dengan masyarakat untuk menghadapi agenda-agenda demokrasi di masa mendatang," tambahnya.

Peringatan Harkitnas ini dianggap strategis bagi Bawaslu Kalbar sebagai sarana untuk memantapkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan integritas di kalangan internal. Usai pelaksanaan pemilu yang kompleks, menjaga semangat dan netralitas seluruh jajaran pengawas menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama, memohon agar bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mampu menyelenggarakan setiap proses demokrasi dengan damai, jujur, dan adil. Melalui upacara ini, Bawaslu Kalbar tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan penjaga marwah demokrasi Indonesia.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle