Bawaslu Kalbar Gelar Kick Off Penguatan Kelembagaan untuk Pemilu Berkeadilan
|
Pontianak, 27 Agustus 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar acara Kick Off Penguatan Kelembagaan dengan tema “Membangun Sinergi, Memperkuat Regulasi untuk Demokrasi Indonesia yang Berkeadilan†pada Rabu (27/08/2025) Mercure Pontianak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja antara Bawaslu dengan berbagai lembaga dan masyarakat dalam rangka persiapan menghadapi pemilihan umum (pemilu) berikutnya.
Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Mursyid Hidayat, menyampaikan bahwa acara ini memiliki tujuan strategis untuk mendapatkan dukungan yang lebih solid dari semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, baik dari segi kelembagaan maupun sarana prasarana.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap mendapatkan dukungan yang lebih solid terhadap penyelenggara pemilu, dengan adanya sarana prasarana yang lebih baik ke depannya,†ujar Mursyid dalam sambutannya.
Selain itu, Mursyid menegaskan bahwa Bawaslu berperan sebagai mitra strategis bagi lembaga-lembaga lain, seperti DPR RI, organisasi non-pemerintah (NGO), mahasiswa, media, dan elemen masyarakat lainnya. Kerja sama antara lembaga ini sangat penting untuk memastikan kelancaran proses pemilu yang adil dan demokratis.
“Kegiatan ini juga sebagai persiapan kita dalam menghadapi pemilu yang akan datang. Kami akan mempersiapkan sumber daya manusia yang siap, dan salah satu langkah awal adalah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat,†tambahnya.
Bawaslu juga sudah mulai melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Sosialisasi ini diharapkan dapat membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang tahapan-tahapan pemilu.
"Kami harus menggaungkan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas. Sosialisasi tidak hanya dilakukan secara langsung pada tahapan pemilu, tetapi bertahap mulai dari penguatan kelembagaan yang kami lakukan saat ini," pungkas Mursyid.
Dalam rangkaian acara yang sama, Bawaslu Kalbar juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas OSO dan STAKATN Pontianak, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pendidikan pemilu dan pengawasan demokrasi.
Bawaslu dalam mengawasi proses pemilihan umum di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat meningkatkan kualitas dan pengembangan pengawasan pemilu, serta memberikan kontribusi pada demokrasi yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilihan umum di Indonesia dan berkontribusi pada terciptanya demokrasi yang lebih baik
Acara ini diisi oleh tiga narasumber yang berkompeten, yaitu Muhammad Giri Ramanda Nazaputra, anggota Komisi 2 DPR RI; Erik Kurniawan, Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi; serta Karyono Wibowo, Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute. Mereka memberikan pandangan dan diskusi terkait pentingnya sinergi lembaga dan peran masyarakat dalam mewujudkan pemilu yang lebih demokratis dan berkeadilan di Indonesia. oby
