Pontianak, Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Ruhermansyah Ketua Bawaslu Kalbar mengupayakan serangkaian tahapan pemilu dapat tertap berlangsung di tengah merebaknya virus Corona, termasuk proses verifikasi faktual. Namun untuk pelaksanaannya akan tetap memperhatikan kaidah keselamatan para penyelenggara pemilu.”Bekal alat kesehatan dan kebersihan juga menjadi perhatian,” katanya. Ruher (sapaan akrabnya), kembali mengingatkan sejumlah potensi pelanggaran yang mungkin terjadi dalam tahapan pilkada saat ini. Salah satunya menyangkut dengan potensi pelanggaran dalam tahapan calon perseorangan. salah satu potensi pelanggaran calon perseorangan adalah adanya mobilisasi dukungan yang dilakukan oleh pihak yang dilarang dalam undang-undang. Misalnya dilakukan oleh ASN, TNI, Polri hingga Kepala Desa. Sampai hari ini sebaran bakal calon perseorangan ada di Ketapang, Kapuas Hulu dan Sekadau, dan kita akan fokus disitu,ujarnya. Kami Bawaslu Kalbar sudah mendapatkan data siapa saja calon perseorangan serta mana yang harus diverifikasi faktual Verifikasi ini dilakukan hingga tingkat bawah. Petugas akan bertemu langsung dengan orang yang memberikan dukungan. tahapan ini yang menjadi tantangan. Ini dikarenakan jumlah petugas pengawas di tingkat desa hanya satu orang. Sementara pada KPU, merekrut dua petugas di tingkat desa. Kalau mereka dibagi, maka tidak bisa mengawal di setiap desa. Namun, dengan kondisi tersebut, pengawasan dapat dilakukan dalam verifikasi faktual dengan metode sampling,” katanya.